Membeli, menghibahkan dan memerdekakan budak dari orang kafir harbi

0
25
Bab: Membeli,
menghibahkan dan memerdekakan budak dari orang kafir
harbi
No. Hadist: 2065
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ حَدَّثَنَا أَبُو
الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَاجَرَ إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ
السَّلَام بِسَارَةَ فَدَخَلَ بِهَا قَرْيَةً فِيهَا مَلِكٌ مِنْ الْمُلُوكِ أَوْ
جَبَّارٌ مِنْ الْجَبَابِرَةِ فَقِيلَ دَخَلَ إِبْرَاهِيمُ بِامْرَأَةٍ هِيَ مِنْ
أَحْسَنِ النِّسَاءِ فَأَرْسَلَ إِلَيْهِ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ مَنْ هَذِهِ
الَّتِي مَعَكَ قَالَ أُخْتِي ثُمَّ رَجَعَ إِلَيْهَا فَقَالَ لَا تُكَذِّبِي
حَدِيثِي فَإِنِّي أَخْبَرْتُهُمْ أَنَّكِ أُخْتِي وَاللَّهِ إِنْ عَلَى الْأَرْضِ
مُؤْمِنٌ غَيْرِي وَغَيْرُكِ فَأَرْسَلَ بِهَا إِلَيْهِ فَقَامَ إِلَيْهَا
فَقَامَتْ تَوَضَّأُ وَتُصَلِّي فَقَالَتْ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ آمَنْتُ بِكَ
وَبِرَسُولِكَ وَأَحْصَنْتُ فَرْجِي إِلَّا عَلَى زَوْجِي فَلَا تُسَلِّطْ عَلَيَّ
الْكَافِرَ فَغُطَّ حَتَّى رَكَضَ بِرِجْلِهِ قَالَ الْأَعْرَجُ قَالَ أَبُو
سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ إِنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَتْ اللَّهُمَّ
إِنْ يَمُتْ يُقَالُ هِيَ قَتَلَتْهُ فَأُرْسِلَ ثُمَّ قَامَ إِلَيْهَا فَقَامَتْ
تَوَضَّأُ تُصَلِّي وَتَقُولُ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتُ آمَنْتُ بِكَ وَبِرَسُولِكَ
وَأَحْصَنْتُ فَرْجِي إِلَّا عَلَى زَوْجِي فَلَا تُسَلِّطْ عَلَيَّ هَذَا
الْكَافِرَ فَغُطَّ حَتَّى رَكَضَ بِرِجْلِهِ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ قَالَ أَبُو
سَلَمَةَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ فَقَالَتْ اللَّهُمَّ إِنْ يَمُتْ فَيُقَالُ هِيَ
قَتَلَتْهُ فَأُرْسِلَ فِي الثَّانِيَةِ أَوْ فِي الثَّالِثَةِ فَقَالَ وَاللَّهِ
مَا أَرْسَلْتُمْ إِلَيَّ إِلَّا شَيْطَانًا ارْجِعُوهَا إِلَى إِبْرَاهِيمَ
وَأَعْطُوهَا آجَرَ فَرَجَعَتْ إِلَى إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَام فَقَالَتْ
أَشَعَرْتَ أَنَّ اللَّهَ كَبَتَ الْكَافِرَ وَأَخْدَمَ وَلِيدَةً
Telah
menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu’aib
telah menceritakan kepada kami Abu Az Zanad dari Al A’raj dari Abu Hurairah
radliallahu ‘anhu berkata; Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Nabi Ibrahim Alaihissalam berhijrah bersama isterinya Sarah lalu memasuki suatu
kampung yang dipimpin oleh seorang raja atau seorang yang diktator diantara para
penguasa bengis. Ada yang berkata; Nabi Ibrahim datang dengan seorang wanita
yang paling cantik. Lalu Nabi Ibrahim dipanggil kemudian ditanya: Wahai Ibrahim,
siapakah wanita yang bersamamu itu?” Nabi Ibrahim berkata: “Dia adalah
saudariku”. Lalu Nabi Ibrahim kembali kepada Sarah dan berkata: “Janganlah kamu
mendustakan perkataanku karena aku telah mengabarkan kepada mereka bahwa kamu
adalah saudaraku. Demi Allah sesungguhnya tidak ada orang beriman di tempat ini
selain aku dan kamu”. Kemudian Sarah dibawa menghadap raja untuk hidup
bersamanya. Maka Sarah berwudhu’ lalu shalat seraya berdo’a: “Ya Allah,
sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa aku beriman kepadaMu dan kepada RasulMu dan
aku memelihara kemaluanku kecuali untuk suamiku maka janganlah Engkau satukan
aku dengan orang kafir ini”. Maka tiba-tiba raja itu langkahnya terhenti hingga
kakinya tidak menempel ke tanah selain ujung-ujung jari-jemari kakinya.
Berkata Al A’raj, berkata Abu Salamah bin ‘Abdurrahman, Abu Hurairah
radliallahu ‘anhu berkata; Sarah berdo’a: “Ya Allah, seandainya dia mati
nanti akan dikatakan bahwa wanita ini telah membunuhnya”. Maka Sarah dibawa
kepada raja itu dan telah berdiri dihadapannya. Maka Sarah berwudhu’ lalu shalat
seraya berdoa: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa aku beriman
kepadaMu dan kepada RasulMu dan aku memelihara kemaluamku kecuali untuk suamiku
maka janganlah Engkau satukan aku dengan orang kafir ini”. Secara tiba-tiba
lagkah raja terhenti dan kakinya tidak menempel ke tanah selain ujung jari
jemari kakinya. Berkata ‘Abdurrahman, berkata Abu Salamah berkata, Abu Hurairah
radliallahu ‘anhu: Sarah berkata: “Ya Allah, seandainya dia mati nanti akan
dikatakan bahwa wanita ini telah membunuhnya”. Maka Sarah dibawa untuk kali
kedua atau ketiga. Maka raja itu berkata: “Demi Allah, tidaklah kalian bawa ke
hadapanku melainkan syetan. Kembalikanlah wanita itu kepada Ibrahim dan berikan
dia upah. Maka Sarah kembali kepada Ibrahim Alaihissalam lalu berkata: “Apakah
kamu menyadari bahwa Allah telah menghinakan orang kafir itu dan menjadikannya
sebadai budak seorang hamba sahaya?”
No. Hadist: 2066
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ
عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ اخْتَصَمَ سَعْدُ
بْنُ أَبِي وَقَّاصٍ وَعَبْدُ بْنُ زَمْعَةَ فِي غُلَامٍ فَقَالَ سَعْدٌ هَذَا يَا
رَسُولَ اللَّهِ ابْنُ أَخِي عُتْبَةُ بْنُ أَبِي وَقَّاصٍ عَهِدَ إِلَيَّ أَنَّهُ
ابْنُهُ انْظُرْ إِلَى شَبَهِهِ وَقَالَ عَبْدُ بْنُ زَمْعَةَ هَذَا أَخِي يَا
رَسُولَ اللَّهِ وُلِدَ عَلَى فِرَاشِ أَبِي مِنْ وَلِيدَتِهِ فَنَظَرَ رَسُولُ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى شَبَهِهِ فَرَأَى شَبَهًا
بَيِّنًا بِعُتْبَةَ فَقَالَ هُوَ لَكَ يَا عَبْدُ بْنَ زَمْعَةَ الْوَلَدُ
لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ وَاحْتَجِبِي مِنْهُ يَا سَوْدَةُ بِنْتَ
زَمْعَةَ فَلَمْ تَرَهُ سَوْدَةُ قَطُّ
Telah
menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Al Laits dari
Ibnu Syihab dari ‘Urwah dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha bahwa dia berkata:
Sa’ad bin Abi Waqash berselisih dengan ‘Abdu bin Zam’ah dalam perkara seorang
anak. Sa’ad berkata: “Wahai Rasulullah, dia ini anak dari saudaraku ‘Utbah bin
Abi Waqash yang bersumpah kepadaku bahwa dia adalah anaknya. Perhatikanlah tanda
kemiripannya?” Namun ‘Abdu bin Zam’ah berkata: Wahai Rasulullah, ini saudaraku
yang dilahirkan diatas tempat tidur Bapakku dari hamba sahayanya”. Kemudian
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memperhatikan tanda kemiripan yang ada,
maka Beliau melihat jelas sekali tanda kemiripan ada pada ‘Utbah. Namun Beliau
bersabda: “Anak itu milikmu wahai ‘Abdu bin Zam’ah. Anak itu milik si pemilik
keranjang (suami) sedangkan untuk pezina baginya batu (rajam). Berhijablah
engkau darinya, wahai Saudah binti Zam’ah”. Sejak itu Saudah tidak pernah
melihatnya lagi.
No. Hadist: 2067
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ حَدَّثَنَا
شُعْبَةُ عَنْ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ رَضِيَ
اللَّهُ عَنْهُ لِصُهَيْبٍ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تَدَّعِ إِلَى غَيْرِ أَبِيكَ
فَقَالَ صُهَيْبٌ مَا يَسُرُّنِي أَنَّ لِي كَذَا وَكَذَا وَأَنِّي قُلْتُ ذَلِكَ
وَلَكِنِّي سُرِقْتُ وَأَنَا صَبِيٌّ
Telah
menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami
Ghundar telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Sa’ad dari Bapaknya,
berkata, ‘Abdurrahman bin ‘Auf radliallahu ‘anhu kepada Shuhaib:
“Bertaqwalah kepada Allah, janganlah engkau mengatas namakan keturunan
kepada selain bapakmu”. Kemudian Suhaib berkata: “Tidak ada yang membuatku
gembira karena aku punya ini atau itu, akan tetapi aku mengatakan hal itu karena
aku diculik ketika aku bayi”.
No. Hadist: 2068
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ
قَالَ أَخْبَرَنِي عُرْوَةُ بْنُ الزُّبَيْرِ أَنَّ حَكِيمَ بْنَ حِزَامٍ
أَخْبَرَهُ أَنَّهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ أُمُورًا كُنْتُ
أَتَحَنَّثُ أَوْ أَتَحَنَّتُ بِهَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ مِنْ صِلَةٍ وَعَتَاقَةٍ
وَصَدَقَةٍ هَلْ لِي فِيهَا أَجْرٌ قَالَ حَكِيمٌ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْلَمْتَ عَلَى مَا سَلَفَ
لَكَ مِنْ خَيْرٍ

Telah
menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syuhaib dari
Az Zuhriy berkata, telah mengabarkan kepada saya ‘Urwah bin Az Zubair bahwa
Hakim bin Hiram mengabarkan kepadanya bahwa dia berkata: “Wahai Rasulullah,
bagaimana pendapatmu jika semasa masih di jaman Jahiliyah aku sering beribadah
mendekatkan diri dengan cara bershadaqah, membebaskan budak dan juga menyambung
silaturrahim, apakah dari itu semuanya aku akan mendapatkan pahala?” Berkata,
Hakim radliallahu ‘anhu: “Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Kamu akan menerima kebaikan yang kamu lakukan
dahulu”.
SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here