Pertempuran Uhud

0
23
Bab: Pertempuran
Uhud
No. Hadist: 3735
 
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ
حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا
قَالَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ أُحُدٍ هَذَا
جِبْرِيلُ آخِذٌ بِرَأْسِ فَرَسِهِ عَلَيْهِ أَدَاةُ الْحَرْبِ
Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa
telah mengabarkan kepada kami Abdul Wahhab telah menceritakan kepada kami Khalid
dari Ikrimah dari Ibnu Abbas radliallahu ‘anhuma, dia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda pada perang Uhud: “Ini Jibril, ia sedang memegang kepala kudanya yang
dilengkapi dengan peralatan perang.”
No. Hadist: 3736
 
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ أَخْبَرَنَا زَكَرِيَّاءُ
بْنُ عَدِيٍّ أَخْبَرَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ حَيْوَةَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ
أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَصَلَّى
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى قَتْلَى أُحُدٍ بَعْدَ
ثَمَانِي سِنِينَ كَالْمُوَدِّعِ لِلْأَحْيَاءِ وَالْأَمْوَاتِ ثُمَّ طَلَعَ
الْمِنْبَرَ فَقَالَ إِنِّي بَيْنَ أَيْدِيكُمْ فَرَطٌ وَأَنَا عَلَيْكُمْ شَهِيدٌ
وَإِنَّ مَوْعِدَكُمْ الْحَوْضُ وَإِنِّي لَأَنْظُرُ إِلَيْهِ مِنْ مَقَامِي هَذَا
وَإِنِّي لَسْتُ أَخْشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُشْرِكُوا وَلَكِنِّي أَخْشَى عَلَيْكُمْ
الدُّنْيَا أَنْ تَنَافَسُوهَا قَالَ فَكَانَتْ آخِرَ نَظْرَةٍ نَظَرْتُهَا إِلَى
رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin
Abdurrahim telah mengabarkan kepada kami Zakariya bin ‘Adi telah mengabarkan
kepada kami Ibnu Al Mubarrak dari Haiwah dari Yazid bin Abu Habib dari Abu Al
Khair dari ‘Uqbah bin ‘Amir dia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menshalati para korban
Uhud setelah delapan tahun, seolah-olah seperti perpisahan antara orang yang
hidup dengan orang yang telah mati. Kemudian beliau naik mimbar seraya bersabda:
“Sesungguhnya aku mendahului kalian, dan aku adalah saksi atas kalian. Sungguh,
yang dijanjikan bagi kalian adalah telaga, dan aku benar-benar telah melihatnya
di tempatku ini. Aku tidak lebih khawatir terhadap syirik yang kalian perbuat,
akan tetapi aku sangat khawatir terhadap dunia yang akan kalian perebutkan.”
‘Uqbah berkata, “Dan itu adalah terakhir kali aku melihat Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam.”
No. Hadist: 3737
 
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ أَبِي
إِسْحَاقَ عَنْ الْبَرَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَلَقِينَا الْمُشْرِكِينَ
يَوْمَئِذٍ وَأَجْلَسَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَيْشًا مِنْ
الرُّمَاةِ وَأَمَّرَ عَلَيْهِمْ عَبْدَ اللَّهِ وَقَالَ لَا تَبْرَحُوا إِنْ
رَأَيْتُمُونَا ظَهَرْنَا عَلَيْهِمْ فَلَا تَبْرَحُوا وَإِنْ رَأَيْتُمُوهُمْ
ظَهَرُوا عَلَيْنَا فَلَا تُعِينُونَا فَلَمَّا لَقِينَا هَرَبُوا حَتَّى رَأَيْتُ
النِّسَاءَ يَشْتَدِدْنَ فِي الْجَبَلِ رَفَعْنَ عَنْ سُوقِهِنَّ قَدْ بَدَتْ
خَلَاخِلُهُنَّ فَأَخَذُوا يَقُولُونَ الْغَنِيمَةَ الْغَنِيمَةَ فَقَالَ عَبْدُ
اللَّهِ عَهِدَ إِلَيَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ لَا
تَبْرَحُوا فَأَبَوْا فَلَمَّا أَبَوْا صُرِفَ وُجُوهُهُمْ فَأُصِيبَ سَبْعُونَ
قَتِيلًا وَأَشْرَفَ أَبُو سُفْيَانَ فَقَالَ أَفِي الْقَوْمِ مُحَمَّدٌ فَقَالَ
لَا تُجِيبُوهُ فَقَالَ أَفِي الْقَوْمِ ابْنُ أَبِي قُحَافَةَ قَالَ لَا
تُجِيبُوهُ فَقَالَ أَفِي الْقَوْمِ ابْنُ الْخَطَّابِ فَقَالَ إِنَّ هَؤُلَاءِ
قُتِلُوا فَلَوْ كَانُوا أَحْيَاءً لَأَجَابُوا فَلَمْ يَمْلِكْ عُمَرُ نَفْسَهُ
فَقَالَ كَذَبْتَ يَا عَدُوَّ اللَّهِ أَبْقَى اللَّهُ عَلَيْكَ مَا يُخْزِيكَ
قَالَ أَبُو سُفْيَانَ اعْلُ هُبَلُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ أَجِيبُوهُ قَالُوا مَا نَقُولُ قَالَ قُولُوا اللَّهُ أَعْلَى وَأَجَلُّ
قَالَ أَبُو سُفْيَانَ لَنَا الْعُزَّى وَلَا عُزَّى لَكُمْ فَقَالَ النَّبِيُّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجِيبُوهُ قَالُوا مَا نَقُولُ قَالَ قُولُوا
اللَّهُ مَوْلَانَا وَلَا مَوْلَى لَكُمْ قَالَ أَبُو سُفْيَانَ يَوْمٌ بِيَوْمِ
بَدْرٍ وَالْحَرْبُ سِجَالٌ وَتَجِدُونَ مُثْلَةً لَمْ آمُرْ بِهَا وَلَمْ
تَسُؤْنِي
Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah bin
Musa dari Israil dari Abu Ishaq dari Al Barra radliallahu ‘anhu, dia
berkata, “Suatu ketika
kami bertemu pasukan Musyrikin, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
menempatkan pasukan pemanah di bawah komando Abdullah. Beliau berpesan: “Diamlah
kalian di sini, walaupun kalian melihat kami menang atas mereka, janganlah
kalian meninggalkan tempat ini, dan jika kalian melihat kami kalah, janganlah
kalian (pindah tempat) untuk menolong kami.” Ketika perang mulai berkecamuk,
maka pasukan musuh dapat dipukul mundur hingga aku melihat para wanita berlarian
ke gunung hingga tersingkap betis mereka dan tampaklah gelang kaki mereka. Lalu
kaum Muslimin (pasukan pemanah) berebut mengambil (ghanimah) sambil berkata,
“Ghanimah, ghanimah!” Abdullah pun akhirnya berteriak, “Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam telah berpesan, janganlah kalian meninggalkan tempat kalian!” Namun
mereka tidak peduli, ketika mereka tidak memperdulikan wasiat Nabi, maka wajah
mereka menjadi terseret (kocar kacir) hingga menyebabkan tujuh puluh sahabat
gugur, kemudian Abu Sufyan naik ke tempat yang tinggi dan berseru, “Apakah di
antara kalian ada Muhammad?” beliau bersabda: “Jangan dijawab.” Abu Sufyan
kembali bertanya, “Apakah di antara kalian terdapat Abu Quhafah?” Beliau
bersabda: “Jangan dijawab.” Dia kembali bertanya, “Apakah di antara kalian
terdapat Ibnul Khattab?” Abu Sufyan melanjutkan, “Sesungguhnya mereka telah
tewas, sekiranya mereka masih hidup, tentu mereka akan menjawabnya.” Ternyata
Umar tidak dapat menahan dirinya dan berkata, “Kamu telah berdusta wahai musuh
Allah, Allah akan tetap membuat kalian terhina.” Abu Sufyan berkata, “Tinggilah
Hubal.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jawablah.” Para
sahabat bertanya, “Apa yang harus kami katakan?” Beliau bersabda: “Katakanlah,
‘Allah lebih tinggi dan lebih mulia’.” Abu Sufyan kemudian berkata, “Kami
memiliki ‘Uzza sementara kalian tidak memilikinya.” Maka Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda: “Jawablah.” Para sahabat bertanya, “Apa yang harus
kami katakan?” Beliau bersabda: “Katakanlah, ‘Allah adalah penolong kami dan
kalian tidak memiliki penolong’.” Abu Sufyan kembali berkata, “Hari ini adalah
hari pembalasan untuk hari Badr, dan perang silih berganti, dan kalian akan
menemukan penyincangan yang tidak aku perintahkan, namun aku tidak
membencinya.”
No. Hadist: 3738
 
أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ
عَمْرٍو عَنْ جَابِرٍ قَالَاصْطَبَحَ الْخَمْرَ يَوْمَ أُحُدٍ نَاسٌ ثُمَّ قُتِلُوا
شُهَدَاءَ
Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Muhammad
telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru dari Jabir dia
berkata, “Para sahabat
pernah membuat khamer pada saat perang Uhud, lalu mereka gugur sebagai syuhada.”
(hal itu terjadi sebelum pengharaman khamer -pent).
No. Hadist: 3739
 
حَدَّثَنَا عَبْدَانُ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ
عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِيهِ إِبْرَاهِيمَ أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ
بْنَ عَوْفٍأُتِيَ بِطَعَامٍ وَكَانَ صَائِمًا فَقَالَ قُتِلَ مُصْعَبُ بْنُ
عُمَيْرٍ وَهُوَ خَيْرٌ مِنِّي كُفِّنَ فِي بُرْدَةٍ إِنْ غُطِّيَ رَأْسُهُ بَدَتْ
رِجْلَاهُ وَإِنْ غُطِّيَ رِجْلَاهُ بَدَا رَأْسُهُ وَأُرَاهُ قَالَ وَقُتِلَ
حَمْزَةُ وَهُوَ خَيْرٌ مِنِّي ثُمَّ بُسِطَ لَنَا مِنْ الدُّنْيَا مَا بُسِطَ أَوْ
قَالَ أُعْطِينَا مِنْ الدُّنْيَا مَا أُعْطِينَا وَقَدْ خَشِينَا أَنْ تَكُونَ
حَسَنَاتُنَا عُجِّلَتْ لَنَا ثُمَّ جَعَلَ يَبْكِي حَتَّى تَرَكَ
الطَّعَامَ
Telah
menceritakan kepada kami ‘Abdan telah menceritakan kepada kami Abdullah telah
mengabarkan kepada kami Syu’bah dari Sa’d bin Ibrahim dari ayahnya Ibrahim
bahwa saat
Abdurrahman bin
‘Auf
sedang berpusa ia pernah diberi hidangan makanan,
kemudian dia berkata, “Muhs’ab bin ‘Umari telah gugur, padahal dia lebih mulia
daripadaku, dia di kafani dengan kain burdah, apabila kepalanya ditutup maka
kakinya akan tersingkap, dan jika kakinya ditutup maka kepalanya akan
tersingkap. -dan seingatku dia mengatakan- Hamzah gugur padahal dia lebih baik
daripadaku, setelah itu (kenikmatan) dunia dibentangkan untuk kami -atau dia
mengatakan-, Kami telah diberi (kenikmatan) dunia sebagaimana yang telah
diberikan kepada kami, aku khawatir bahwa itu adalah (balasan) kebaikan kami
yang didahulukan, ” kemudian ia menangis dan meninggalkan hidangan
tersebut.”
No. Hadist: 3740
 
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ
عَمْرٍو سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَقَالَ
رَجُلٌ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ أُحُدٍ أَرَأَيْتَ
إِنْ قُتِلْتُ فَأَيْنَ أَنَا قَالَ فِي الْجَنَّةِ فَأَلْقَى تَمَرَاتٍ فِي يَدِهِ
ثُمَّ قَاتَلَ حَتَّى قُتِلَ
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin
Muhammad telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru dia mendengar Jabir
bin Abdullah radliallahu ‘anhuma dia berkata, “Seorang laki-laki berkata kepada Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam pada perang Uhud, “Bagaimana menurutmu, jika aku
mati terbunuh, dimanakah tempatku?” beliau menjawab: “Di surga.” Mendengar itu,
dia langsung melempar kurma yang ada di tangannya, kemudian dia berperang hingga
terbunuh.”
No. Hadist: 3741
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا
الْأَعْمَشُ عَنْ شَقِيقٍ عَنْ خَبَّابِ بْنِ الْأَرَتِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
قَالَهَاجَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبْتَغِي
وَجْهَ اللَّهِ فَوَجَبَ أَجْرُنَا عَلَى اللَّهِ وَمِنَّا مَنْ مَضَى أَوْ ذَهَبَ
لَمْ يَأْكُلْ مِنْ أَجْرِهِ شَيْئًا كَانَ مِنْهُمْ مُصْعَبُ بْنُ عُمَيْرٍ قُتِلَ
يَوْمَ أُحُدٍ لَمْ يَتْرُكْ إِلَّا نَمِرَةً كُنَّا إِذَا غَطَّيْنَا بِهَا
رَأْسَهُ خَرَجَتْ رِجْلَاهُ وَإِذَا غُطِّيَ بِهَا رِجْلَاهُ خَرَجَ رَأْسُهُ
فَقَالَ لَنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَطُّوا بِهَا
رَأْسَهُ وَاجْعَلُوا عَلَى رِجْلِهِ الْإِذْخِرَ أَوْ قَالَ أَلْقُوا عَلَى
رِجْلِهِ مِنْ الْإِذْخِرِ وَمِنَّا مَنْ قَدْ أَيْنَعَتْ لَهُ ثَمَرَتُهُ فَهُوَ
يَهْدِبُهَا
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus
telah menceritakan kepada kami Zuhair telah menceritakan kepada kami Al A’masy
dari Syaqiq dari Khabbab bin Al Art radliallahu ‘anhu, dia berkata, “Kami hijrah bersama Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam dengan mengharap ridla Allah, maka Allah memberi
balasan kepada kami, diantara kami ada yang meninggal dan belum mendapatkan
balasan (dunia) sedikitpun, di antaranya adalah Mush’ab bin Umair yang terbunuh
pada perang Uhud, dan kami tidak mendapatkan sesuatu untuk mengkafaninya kecuali
sepotong kain, jika kami menutup kepalanya, kedua kakinya tersingkap dan jika
kami menutup kakinya, kepalanya tersingkap. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda: “Tutuplah kepalanya dengan kain dan dan tutuplah kakinya
dengan idzkhir (rumput-rumputan berbau harum), ” atau beliau mengatakan:
“Jadikanlah idzkhir untuk menutupi kakinya.” Juga diantara kami ada yang telah
memiliki buah yang masak dan ia memetiknya.”
No. Hadist: 3742
أَخْبَرَنَا حَسَّانُ بْنُ حَسَّانَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ طَلْحَةَ
حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُأَنَّ عَمَّهُ غَابَ عَنْ
بَدْرٍ فَقَالَ غِبْتُ عَنْ أَوَّلِ قِتَالِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ لَئِنْ أَشْهَدَنِي اللَّهُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ لَيَرَيَنَّ اللَّهُ مَا أُجِدُّ فَلَقِيَ يَوْمَ أُحُدٍ فَهُزِمَ
النَّاسُ فَقَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعْتَذِرُ إِلَيْكَ مِمَّا صَنَعَ هَؤُلَاءِ
يَعْنِي الْمُسْلِمِينَ وَأَبْرَأُ إِلَيْكَ مِمَّا جَاءَ بِهِ الْمُشْرِكُونَ
فَتَقَدَّمَ بِسَيْفِهِ فَلَقِيَ سَعْدَ بْنَ مُعَاذٍ فَقَالَ أَيْنَ يَا سَعْدُ
إِنِّي أَجِدُ رِيحَ الْجَنَّةِ دُونَ أُحُدٍ فَمَضَى فَقُتِلَ فَمَا عُرِفَ حَتَّى
عَرَفَتْهُ أُخْتُهُ بِشَامَةٍ أَوْ بِبَنَانِهِ وَبِهِ بِضْعٌ وَثَمَانُونَ مِنْ
طَعْنَةٍ وَضَرْبَةٍ وَرَمْيَةٍ بِسَهْمٍ
Telah mengabarkan kepada kami Hasan bin Hasan
telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Thalhah telah menceritakan kepada
kami Humaid dari Anas radliallahu ‘anhu, bahwa pamannya tidak ikut serta dalam perang Badr, dia berkata, “Aku
tidak ikut awal peperangan yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
sekiranya Allah memberiku kesempatan untuk ikut serta (berperang) bersama Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam, maka Allah akan melihatku apa yang akan
kulakukan.” Lalu dia menjumpai perang Uhud, ketika itu orang-orang porak
poranda. Maka paman Anas berkata, “Ya Allah, aku minta permaafan dari yang
mereka lakukan -maksudnya para sahabatnya-, dan aku serahkan kepada-Mu apa yang
diperbuat oleh orang-orang musyrik.” Lalu ia maju dengan sebilah pedangnya
hingga ia bertemu Sa’ad bin Mu’adz, dia lalu berujar, “Dimanakah wahai Sa’d,
sungguh aku mendapati bau surga di belakang Uhud.” Saat perang usai, ia
terbunuh, dan tidak ada yang mengenali jasadnya selain saudara perempuannya
dengan tanda atau jari-jemari yang ada pada dirinya, dan didapati (dalam
jasadnya) sebanyak delapan puluh lebih tikaman tombak, sabetan pedang, dan
tusukan panah.”
No. Hadist: 3743
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ
سَعْدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ شِهَابٍ أَخْبَرَنِي خَارِجَةُ بْنُ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ
أَنَّهُ سَمِعَ زَيْدَ بْنَ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُفَقَدْتُ آيَةً
مِنْ الْأَحْزَابِ حِينَ نَسَخْنَا الْمُصْحَفَ كُنْتُ أَسْمَعُ رَسُولَ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ بِهَا فَالْتَمَسْنَاهَا
فَوَجَدْنَاهَا مَعَ خُزَيْمَةَ بْنِ ثَابِتٍ الْأَنْصَارِيِّ} مِنْ الْمُؤْمِنِينَ
رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ
وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ {فَأَلْحَقْنَاهَا فِي سُورَتِهَا فِي الْمُصْحَفِ
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma’il
telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa’d telah menceritakan kepada kami
Ibnu Syihab telah mengabarkan kepadaku Kharijah bin Zaid bin Tsabit bahwa dia mendengar
Zaid bin
Tsabit

radliallahu ‘anhu berkata, “Satu ayat hilang dari surat Al Ahzab saat kami
menyalinnya ke dalam Mushhaf, padahal aku telah mendengarnya langsung dari
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat beliau membacanya. Lalu kami pun
mencarinya, ternyata kami menemukannya pada Khuzaimah bin Tsabit Al Anshari.
Yakni ayat: ‘(Di antara orang-orang Mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa
yang Telah mereka janjikan kepada Allah; Maka di antara mereka ada yang gugur.
dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu) ‘ (Qs. Al Ahzab: 23),
maka kami pun menggabungkannya di dalam Mushhaf.”
No. Hadist: 3744
 
حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَدِيِّ بْنِ
ثَابِتٍ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ يَزِيدَ يُحَدِّثُ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَلَمَّا خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ إِلَى أُحُدٍ رَجَعَ نَاسٌ مِمَّنْ خَرَجَ مَعَهُ وَكَانَ أَصْحَابُ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِرْقَتَيْنِ فِرْقَةً تَقُولُ
نُقَاتِلُهُمْ وَفِرْقَةً تَقُولُ لَا نُقَاتِلُهُمْ فَنَزَلَتْ{ فَمَا لَكُمْ فِي
الْمُنَافِقِينَ فِئَتَيْنِ وَاللَّهُ أَرْكَسَهُمْ بِمَا كَسَبُوا }وَقَالَ إِنَّهَا
طَيْبَةُ تَنْفِي الذُّنُوبَ كَمَا تَنْفِي النَّارُ خَبَثَ الْفِضَّةِ
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid telah
menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Adi bin Tsabit aku mendengar Abdullah bin
Yazid bercerita dari Zaid bin Tsabit radliallahu ‘anhu, dia berkata, “Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam berangkat ke medan Uhud, di tengah perjalanan beberapa orang yang ikut
bersama beliau kembali pulang, dan sebab itu sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam terpecah menjadi dua kelompok; kelompok yang mengatakan, “Kami akan
memerangi mereka, ” dan kelompok yang mengatakan, “Kami tidak akan memerangi
mereka.” Maka turunlah ayat: ‘(Maka Mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan
dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah Telah membalikkan mereka
kepada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri?) ‘ (Qs. An Nisaa: 88), beliau
bersabda: “Sesungguhnya hal itu terdapat suatu kebaikan, yang dapat menghapuskan
dosa sebagaimana api menghilangkan karat pada perak.”

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here