Surat al Baqarah ayat 234

0
35
Bab: Surat al
Baqarah ayat 234
No. Hadist: 4166
حَدَّثَنِي أُمَيَّةُ بْنُ بِسْطَامٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ
عَنْ حَبِيبٍ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ قَالَ ابْنُ الزُّبَيْرِ قُلْتُ
لِعُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ} وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا }قَالَ قَدْ نَسَخَتْهَا الْآيَةُ الْأُخْرَى فَلِمَ تَكْتُبُهَا
أَوْ تَدَعُهَا قَالَ يَا ابْنَ أَخِي لَا أُغَيِّرُ شَيْئًا مِنْهُ مِنْ
مَكَانِهِ
Telah menceritakan kepadaku Umayyah bin Bustham Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai’i dari Habib dari Ibnu Abu Mulaikah, Ibnu Zubair berkata; Aku bertanya kepada Utsman bin Affan mengenai ayat; Dan
orang-orang yang mati di antara kamu serta meninggalkan istri-istri (Al Baqarah;
234). Dia menjawab; Ayat itu telah dinasakh dengan ayat yang lain. Lalu aku
bertanya; kenapa kamu menulisnya atau membiarkannya. Dia menjawab; Wahai anak
saudaraku, aku tidak akan merubahnya sedikitpun dari tempatnya.
No. Hadist: 4167
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا شِبْلٌ عَنْ ابْنِ
أَبِي نَجِيحٍ عَنْ مُجَاهِدٍ} وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا }قَالَ كَانَتْ هَذِهِ الْعِدَّةُ تَعْتَدُّ عِنْدَ أَهْلِ
زَوْجِهَا وَاجِبٌ فَأَنْزَلَ اللَّهُ} وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا وَصِيَّةً
لِأَزْوَاجِهِمْ مَتَاعًا إِلَى الْحَوْلِ غَيْرَ إِخْرَاجٍ فَإِنْ خَرَجْنَ فَلَا
جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا فَعَلْنَ فِي أَنْفُسِهِنَّ مِنْ مَعْرُوفٍ }قَالَ جَعَلَ اللَّهُ لَهَا تَمَامَ السَّنَةِ سَبْعَةَ أَشْهُرٍ
وَعِشْرِينَ لَيْلَةً وَصِيَّةً إِنْ شَاءَتْ سَكَنَتْ فِي وَصِيَّتِهَا وَإِنْ
شَاءَتْ خَرَجَتْ وَهْوَ قَوْلُ اللَّهِ تَعَالَى} غَيْرَ إِخْرَاجٍ
فَإِنْ خَرَجْنَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ }فَالْعِدَّةُ كَمَا هِيَ وَاجِبٌ عَلَيْهَا زَعَمَ ذَلِكَ عَنْ
مُجَاهِدٍ وَقَالَ عَطَاءٌ قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍنَسَخَتْ هَذِهِ الْآيَةُ
عِدَّتَهَا عِنْدَ أَهْلِهَا فَتَعْتَدُّ حَيْثُ شَاءَتْ وَهْوَ قَوْلُ اللَّهِ
تَعَالَى} غَيْرَ إِخْرَاجٍ }قَالَ عَطَاءٌ إِنْ شَاءَتْ اعْتَدَّتْ عِنْدَ أَهْلِهِ وَسَكَنَتْ
فِي وَصِيَّتِهَا وَإِنْ شَاءَتْ خَرَجَتْ لِقَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى} فَلَا جُنَاحَ
عَلَيْكُمْ فِيمَا فَعَلْنَ }قَالَ عَطَاءٌ ثُمَّ جَاءَ الْمِيرَاثُ فَنَسَخَ السُّكْنَى
فَتَعْتَدُّ حَيْثُ شَاءَتْ وَلَا سُكْنَى لَهَا وَعَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يُوسُفَ
حَدَّثَنَا وَرْقَاءُ عَنْ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ مُجَاهِدٍ بِهَذَا وَعَنْ
ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ نَسَخَتْ هَذِهِ
الْآيَةُ عِدَّتَهَا فِي أَهْلِهَا فَتَعْتَدُّ حَيْثُ شَاءَتْ لِقَوْلِ
اللَّهِ} غَيْرَ إِخْرَاجٍ }نَحْوَهُ
Telah menceritakan kepada kami Ishaq Telah menceritakan kepada kami Rauh Telah menceritakan kepada kami Syibl dari Ibnu Abu Najih dari Mujahid mengenai firman Allah: Dan orang-orang yang mati
di antara kamu serta meninggalkan istri-istri (Al Baqarah; 234). Ayat ini
menerangkan wajibnya iddah di rumah keluarganya. Lalu Allah menurunkan ayat; Dan
orang-orang yang akan mati di antara kami dan meninggalkan istri-istri,
hendaklah membuat wasiat untuk istri-istrinya yaitu nafkah sampai setahun tanpa
mengeluarkannya dari rumah. Tetapi jika mereka keluar sendiri, maka tidak ada
dosa bagimu mengenai apa yang mereka lakukan terhadap diri mereka sendiri dalam
hal-hal yang baik. Mujahid berkata; Allah telah menjadikannya sebagai
penyempurna dalam hitungan setahun yaitu tujuh bulan dan dua puluh malam sebagai
wasiat. Apabila dia ingin, maka dia menempati sesuai wasiat tersebut. Namun jika
ia ingin keluar, maka itu sudah menjadi kehendaknya. Itulah yang dimaksud firman
Allah Ta’ala: Tetapi jika mereka keluar sendiri, maka tidak ada dosa bagimu.
Maka Iddah adalah perkara yang wajib.
Perawi mengaku itu dari Mujahid. Atha berkata; Ibnu Abbas berkata; “Ayat ini telah menghapus ‘iddah di rumah keluarganya sehingga ia ber’iddah di tempat yang ia kehendaki, yaitu firman Allah
Azza wa Jalla: ‘Tanpa keluar rumah.’ Atha berkata; ‘Jika dia berkehendak, maka
dia beriddah di rumah keluarganya dan tinggal sesuai wasiatnya.’ Namun jika dia
berkehendak, ia keluar darinya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Maka tidak ada
dosa bagimu mengenai apa yang mereka lakukan terhadap diri mereka senidiri.”
(QS. Albaqarah 240), Atha berkata; kemudian turun ayat mirats (mengenai warisan)
yang menghapus mengenai tempat tinggal, maka dia boleh beriddah sesuai
kehendaknya tanpa harus tinggal dirumahnya.
Dan dari Muhammad bin Yusuf Telah
menceritakan kepada kami Warqa dari Ibnu Abu Najih dari Mujahid dengan redaksi yang serupa. Dan dari Ibnu Abu Najih dari Atha dari Ibnu Abbas dia berkata; ‘ayat ini telah menghapus ‘iddahnya di rumah keluarganya sehingga ia ber’iddah di tempat yang ia kehendaki, yaitu firman Allah Azza wa Jalla: ‘Tanpa keluar rumah.’
No. Hadist: 4168
حَدَّثَنَا حِبَّانُ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا عَبْدُ
اللَّهِ بْنُ عَوْنٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ قَالَ جَلَسْتُ إِلَى مَجْلِسٍ
فِيهِ عُظْمٌ مِنْ الْأَنْصَارِ وَفِيهِمْ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي لَيْلَى
فَذَكَرْتُ حَدِيثَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ فِي شَأْنِ سُبَيْعَةَ بِنْتِ
الْحَارِثِ فَقَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ وَلَكِنَّ عَمَّهُ كَانَ لَا يَقُولُ ذَلِكَ
فَقُلْتُ إِنِّي لَجَرِيءٌ إِنْ كَذَبْتُ عَلَى رَجُلٍ فِي جَانِبِ الْكُوفَةِ
وَرَفَعَ صَوْتَهُ قَالَ ثُمَّ خَرَجْتُ فَلَقِيتُ مَالِكَ بْنَ عَامِرٍ أَوْ
مَالِكَ بْنَ عَوْفٍ قُلْتُ كَيْفَ كَانَ قَوْلُ ابْنِ مَسْعُودٍ فِي الْمُتَوَفَّى
عَنْهَا زَوْجُهَا وَهْيَ حَامِلٌ فَقَالَ قَالَ ابْنُ مَسْعُودٍأَتَجْعَلُونَ
عَلَيْهَا التَّغْلِيظَ وَلَا تَجْعَلُونَ لَهَا الرُّخْصَةَ لَنَزَلَتْ سُورَةُ
النِّسَاءِ الْقُصْرَى بَعْدَ الطُّولَىوَقَالَ أَيُّوبُ عَنْ مُحَمَّدٍ لَقِيتُ
أَبَا عَطِيَّةَ مَالِكَ بْنَ عَامِرٍ
Telah menceritakan kepada kami Hibban Telah menceritakan kepada kami Abdullah Telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Aun dari Muhammad bin Sirin dia berkata; Aku
duduk di sebuah majlis yang di dalamnya ada sekelompok orang-orang Anshar, di
dalamnya ada Abdurrahman bin Abu Laila, lalu aku menyebutkan Hadits Abdullah bin
Utbah yang menceritakan tentang Subaiah binti Al Harits. Maka Abdurrahman bin
Abu Laila berkata; ‘Akan tetapi pamannya tidak mengatakan hal itu. Lalu aku
katakan, aku berani bertanggung jawab jika aku berdusta tentang orang yang
berada di sisi Kufah -seraya mengeraskan suaranya-. Kemudian aku keluar dan
bertemu dengan
Malik bin
Amir
, atau
Malik bin Auf. Aku berkata; Bagaimana menurut Ibnu Mas’ud tentang orang yang
telah ditinggal mati oleh suaminya padahal dia dalam keadaan hamil? Dia
menjawab;
Ibnu
Mas’ud

berkata; ‘Apakah kamu akan memberatkannya dan tidak memberinya rukhsah, padahal
sungguh telah turun surat Annisa’ yang pendek setelah surat yang panjang (Al
Baqarah)?.
Ayyub berkata; dari Muhammad Aku bertemu dengan Abu Atiyyah Malik bin Amir.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here