by

Amarah dan Syahwat Adalah Kekuatan

Amarah dan Syahwat Adalah Kekuatan | Hari-hari belakangan ini banyak kita saksikan orang marah-marah dengan cara yang paling ngawur dan tak beradab, dan semakin celaka lagi karena si pemarah ini membawa-bawa agama dan berlindung di balik agama Islam yang suci pula.

Untuk meyakinkan orang-orang awam bahwa amarahnya itu sah dan halal, maka orang ini membawa dalil dari Imam syafie yang mengatakan “Sombong terhadap orang sombong itu adalah sedekah”. Nah yang ngomong begini ini masih yang level bawah nih.

Karena levelnya masih bawah maka si pemarah ini mengira bahwa semua orang yang menyaksikan tingkah polahnya adalah awam terhadap agama, gak ada yang ngerti agama sama sekali, yang ngerti cuma dia dan junjungannya aja.

Dengan membonceng agama, memakai label agama dan memakai kostum ala orang arab maka mereka kemudian merasa sah dan boleh seenaknya saja mencaci maki orang dengan kata-kata yang paling kotor, bukan itu saja, mereka bahkan mengancam akan memenggal kepala orang jika anu anu anu anu… , Ngacau bukan?

Bagi kita yang masih belum ketularan jadi pembenci dan pemarah serta jadi tukang ancam keselamatan sesama, lebih bagus kita teliti dan pelajari, apakah marah dan amarah itu baik? Apakah ulama itu pemarah? Apakah jika pemarah maka ia adalah ulama?

Kenapa Amarah dan Syahwat di ciptakan?

Sebagaimana yang kita sudah ketahui bersama, Tuhan menciptakan Jin dan Manusia itu adalah untuk ibadah.

Ibadah itu bahasa arab, yang kalau diterjemahkan secara bebas kedalam bahasa warung kopi ala anak nongkrong artinya lebih kurang sama dengan “berbuat” (Bahasa kamusnya; Perbuatan atau berbakti kepada Allah).

“Berbuat” memerlukan power atau tenaga. Untuk itu Tuhan meletakkan 2 power itu ke dalam diri manusia berupa;

1 Amarah
2. Syahwat

Dengan kedua kekuatan ini maka akan membuat manusia bisa bertahan, berkeinginan dan meningkat.

Jadi itulah alasannya kenapa ada amarah dan syahwat pada diri setiap orang. Bukan untuk gagah-gagahan, dan bukan pula untuk ngancem-ngancem orang, apalagi ngancem main penggal kepala orang.

Amarah dan Syahwat itu pada dirinya sendiri adalah baik, karena itu Tuhan menciptakan dan meletakkankan pada diri setiap manusia sebagai fitrah.

Amarah dan syahwat itu adalah kekuatan, bukan sekedar kekuatan biasa, ia adalah kekuatan yang dahsyat, karena itu Tuhan menciptakan alat kontrol untuk keduanya, yaitu akal dan ilmu.

Akal dan Ilmu diciptakan untuk menjaga amarah dan syahwat, menjaganya supaya bashiroh (kalbu) manusia tetap aman dan tidak terbakar tanpa terkendali akibat amukan si amarah dan syahwat.

Dengan memahami alat kontrol itu, maka kita sebenarnya bisa dengan sangat mudah untuk membedakan apakah seseorang punya akal dan ilmu? (Ilmu sendiri berasal dari bahasa arab, ilm, yang kemudian menjadi ulama jika di nisbahkan kepada seseorang yang mempunyai ilmu.)

Dengan mengetahui kekuatan dan alat kontrol seperti yang kita terangkan diatas, maka kita bisa menarik kesimpulan bahwa;

Jika seseorang mempunyai ilmu dan akal sehat, maka dia pasti mampu mengekang dan mengendalikan amarah dan syahwatnya. Else, kalau gak, maka dia pastilah orang yang tak berilmu. Tak berilmu tak bisa disebut sebagai ulama, karena sebagaimana yang kita sebutkan diatas, ulama itu asal katanya adalah dari ilmu, atau ilm dalam bahasa arabnya.

Jika orang yang tidak mempunyai ilmu untuk mengontrol amarah dan syahwatnya, tapi tetep ngotot ingin disebut sebagai ulama, tetep memaksakan dirinya untuk menyandang gelar ulama, maka yang terjadi adalah bermunculannya ulama kaleng-kaleng.

Dan ulama kaleng-kaleng seperti itu, ia hanya akan bikin musibah, amarahnya hanya akan menjadi api. Dan api ketika membakar, maka ia tidak akan menyisakan apapun, kecuali arang dan debu.

Syiria, libanon dan beberapa negara di timur tengah sana telah menjadi saksi, bagaimana api amarah dari orang-orang seperti itu telah membakar dan yang tersisa hanya debu dan derita.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Popular