by

Demokrasi dibawah Ancaman Pandemi

Demokrasi dibawah Ancaman Pandemi, mungkin ini judul catatan yang paling pas yang harus kita rekamkan pada jejak digital kita kali ini. Boleh jadi pemerintah atau orang-orang yang ngotot untuk menyelenggarakan pilkada ditengah-tengah pandemi yang semakin meluas di Indonesia raya ini tidak tau bagaimana derita keluarga korban akibat pandemi covid itu menyaksikan kekasih hati mereka jika dicampakkan begitu saja ke dalam liang lahat sebagaimana yang terjadi di negeri lain yang terekam dalam video ini.

Ini baru satu yang kita saksikan, belum lagi yang lain, yang diperlakukan dengan cara yang lebih buruk.Sebagian dari mereka bukan hanya sekedar dicampakkan ke liang lahat, melainkan diangkut dan dibuang dengan “buldozer!

Nilai manusia seolah-olah tidak seperti manusia lagi! Padahal agama mengajarkan kepada kita bahwa jenazah yang baru meninggal itu masih bisa merasakan dan menyaksikan orang-orang yang mengiringi mereka ke kuburan. Karena itu Nabi yang mulia mengingatkan kepada kita berkali-kali supaya bersikap baik dan lembutlah terjadap jenazah. Karena sejatinya mereka itu masih “hidup” dalam frekuensi antara bumi dan langit. Dan untuk itu mustinya kita harus tetap ingat bahwasanya barang siapa yang kehilangan iba, maka ia tidak akan pernah mengasihani, dan barang siapa yang tidak mengasihani maka ia tidak akan dikasihani.

Berkaca dengan kasus di negeri orang itu, maka seharusnya kita bisa memetik pelajaran dan hikmah darinya, bagaimana pandemi yang masih tidak terkendali itu bisa membuka peluang kepada pelaksana lapangan untuk melakukan tindakan yang tidak terpuji.

Kalau pemerintah tetap ngotot untuk menjalankan Pilkada dibawah ancaman pandemi seperti yang sekarang ini, maka dikemudian hari nampaknya kita harus berjudi dengan waktu demi pilkada itu, akankah contoh-contoh yang kita saksikan di video ini tidak akan “menular” ke Indonesia raya dan kita akan tetap fine2 saja karena di negeri kita ini orang-orangnya berqunut kalau sholat shubuh? who knows? Apakah pembaca sekalian ada yang know?

Jika ada yang tau silakan bersuara, mumpung bersuara masih belum dipajakin.

Salam,

Iman K.

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Popular