by

Dua Kali Klaim Kemenangan oleh Capres Prabowo?

SBY Perintahkan Kader Demokrat Tak Ikut Kegiatan Inkonstitusional

Tadinya saya menduga, bahwa Pak Prabowo yang capres kita itu gak akan jauh-jauh sampai harus pakai jurus mabok segala, yah paling juga akan berkutat di soal post truth saja, yaitu akan membuat situasi dan kondisi supaya orang dan atau pendukungnya yakin 100% bahwa telah terjadi kecurangan yang masif dan terstruktur.

Orang akan diajak untuk lebih mempercayainya,ustadz-ustadz, murobi dan tokoh-tokoh pengusung dirinya dibandingkan dengan fakta-fakta yang obyektif. Saya menduga demikian, karena menggunakan ilmu ini jauh lebih hemat ongkos.

Tapi begitu mencermati gerak langkah catur politiknya Pak SBY dan Demokrat, ini membuat saya jadi geleng-geleng kepala sendiri.

Ahhhhhh….nampaknya permainan sudah mulai agak memanas. Terlihat Pak SBY sebagai seniman politik juga sudah mulai mengkhawatirkan isi pidato klaim kemenangan dari Pak Prabowo yang capres kita itu. Bukan sekali saja beliau mengklaim kemenangan melainkan sudah dua kali. Ini belum lagi ditambah rencana “sujud syukur politik” secara berjamaah di masjid istiqlal. (untung gak dapet izin tuh…)

Memperhatikan gerak langkah pak capres kita ini, ditambah dua kali dapet surat cinta dari Pak SBY sebagai sekutunya, membuat pikiran saya kemudian melayang ke holly book yang ditulis oleh Sun Tzu, yang berjudul, ‘the art of war’.  Jangan-jangan Bapak Prabowo ini sedang memainkan sebuah rencana yang tak tertebak oleh orang kebanyakan namun terdeteksi oleh Pak SBY?

Capres Prabowo adalah mantan tentara baret merah, bukan sekedar tentara biasa, beliau adalah jenderal berbintang tiga.

Iya, boleh jadi ada katrol dari Pak Harto sebagai mertua diwaktu itu sehingga karir beliau bisa melesat sedemikian cepat, namun demikian sekali jenderal tetaplah jenderal. Seorang jenderal baret merah pasti sudah khatam (hapal) betul dengan berbagai macam strategi tempur. Baik pertempuran dengan senjata maupun yang tanpa senjata.

Psyco-war, adalah adalah salah satu pertempuran tanpa senjata yang dikenal paling efektif untuk menaklukkan musuh. Salah satu bentuk psyco-war yang paling terkenal adalah menipu musuh.

Sun Tzu mengatakan.“ seorang jenderal harus ahli dalam memadukan seni meniru dan menipu musuh. Sambil menciptakan bentuk-bentuk untuk membingungkan dan menipu musuh ia harus mampu untuk menyembunyikan watak dan tujuan akhirnya. Jika mampu maka ia pura-pura tak mampu; jika dekat ia harus dibuat sepertinya tampak masih jauh; ketika jauh, maka dia harus merekayasanya supaya kelihatan dekat; bergerak tanpa terlihat jelas seperti hantu dibawah cahaya bintang ; terlihat kabur dan tak bisa didengar. Tujuan utamanya adalah menyerang pikiran lawan.”

Nah sampai disini kita harus berhenti sejenak, disini kita perlu mulai hati-hati membaca pikiran dan strategi Pak Prabowo ini, karena jika sudah menyerang pikiran musuh, maka menurut Sun Tzu, itu adalah awal dari pertempuran sesungguhnya.

“Apa iya, seseram itu Bang? pakai bertempur segala kayak perang beneran aja?” tanya Risauwati yang lagi duduk disampingku.

“Mudah-mudahan tidak terjadi perang beneran, tapi kalau soal menyerang pikiran seperti teori Sun Tzu itu sih dah terjadi sejak awal, sejak kampanye kemarin dah ada serangan mental, ancaman akan people power oleh Pak Amin Rais itu.

Sekarang ini ditambah lagi kompor dari Egy Sujana, yang kemudian disambut secara militan dan gelap mata oleh para pengikut akut-nya sebagaimana yang bisa kita saksikan di medsos, banyak betebaran kata-kata yang berbau provokasi seperti siap perang, KPU curang, Jokowi curang, kali ini kita tidak akan menggunakan MK-MK an lagi, kita akan langsung people power aja dan seterusnya…

Nampaknya sekarang kita harus terangkan ini kepada setiap follower akut Pak Prabowo itu, “Hello bro and sis…, sudahlah, ini urusan politik, kalian jangan mau diadu domba oleh elit politik, biarkan yang berwenang yang mengurusin model beginian (jika memang ada kecurangan yang masif dan terstruktur,red).

Kalau ghiroh anda masih tinggi untuk ngurusin kepentingan sekelompok elit politik itu, ya silakan dilanjutkan, disalurkan lewat jalur hukum, bukan dengan cara yang aneh-aneh,  nyerempet ke gerakan yang inkonstituonal.

Ingat, kalau kita anak bangsa saling cakar-cakaran, rakyat biasa berkelahi untuk kepentingan para politisi yang tidak anda kenal itu,  yang untung jelas para bandit politik dan pemain dari luar.

Kalau Anda tidak mau mendengarkan orang yang dari luar kelompok anda maka silakan dengarkan orang yang dari kelompok anda yang masih bisa berpikiran jernih dalam situasi seperti sekarang ini, dengarkan Pak SBY dan Partai Demokrat itu. Bukankan pak SBY dan partai democrat itu adalah kongsi kalian sendiri?”

Untuk Anda yang dibenaknya hanya ada keinginan untuk membikin rusuh, sila cekidot disini:

https://tirto.id/sby-perintahkan-kader-demokrat-tak-ikut-kegiatan-inkonstitusional-dmHo

Catatan pojok buat kita semua;

Mungkin satu hal yang perlu kita biasakan dalam berkompetisi di pentas politik, yaitu tetap tersenyum walaupun kita kalah.

Tersenyumlah kepada temanmu, sehingga ia tahu betapa sayangnya kamu kepadanya, juga tersenyumlah kepada lawanmu, sehingga ia bisa merasakan betapa kuatnya dirimu.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Popular