by

Kasus Rocky Gerung ; Pelapor Kitab Suci Fiksi Tidak Belajar Logika

Kasus Rocky Gerung
Kasus Rocky Gerung

Adalah salah besar kalau anggap remeh dengan kekuatan Rocky Gerung.

Rocky itu harus diakui sebagai salah satu ahli logika di Indonesia. Bagi mereka yang paham logika maka mereka akan memahami kekuatan Rocky itu sebagai logikawan.

Dan bagi yang paham logika, mereka juga akan tau bahwa Rocky menggunakan kekuatan logika untuk menyerang orang-orang yang awam logika dengan fallacy fallacy yg disengaja sebagai jebakan batman untuk kepentingan tujuan Rocky itu sendiri.

Rocky banyak membuat statemen fallacy, dan diaminin semua sama cheer leaders nya. Setelah itu disebar sebagai seolah-olah benar, kemudian jadilah ia menjadi sebuah premis yg bernilai jual tinggi.

Inilah kaum sofis itu, mereka menggunakan ilmu logika untuk kepentingan retorika semata, De Sophisticis Elenchis itu dianggap benar karena yang mendengar tidak tau apa yang ia dengar.

Catatan:

Rocky Gerung itu tidak bisa dijerat hukum, karena ia hanya menggunakan silogisme. Dimana silogisme yang ia gunakan juga adalah kebenaran bersyarat.

Yaitu, Jika…., Maka….

Artinya, kalau “jika” nya tidak terpenuhi, jadi stop!

“Maka’ nya jadi ga ada.

Itu artinya Rocky tidak pernah berkata kitab suci itu fiksi.

Tapi kalau mau di cari2 pasalnya masih bisa “diakalin’ juga sih, utak ati gatuk jadi pasal: mendahulukan akhlak ketimbang fikih. Atau mendahulukan tekanan publik ketimbang hukum positif. Itu cara pertama.

Cara kedua, adakan seminar term ‘fiksi’. Rocky bisa “diserang’ dari penggunaan ” term’ yang tidak baku, tidak merujuk ke kamus ; KBBI dll.

Argumen yg dipakai: Tidak merujuk ke kamus baku, itu artinya lari dari parameter. Padahal kita semua tahu, parameter atau ukuran adalah syarat mutlak untuk mengambil kesimpulan akademis.

Tapi jangan santai dulu bro;

Rocky pasti akan mengadakan perlawanan, siap2 Anda akan dituduh dungu hanya karena anda tidak meluluskan term dengan pengertian baru yg beliau usungkan.

Jadi kalau mau diributin, ributin sekalian, namun gunakan jalur akademis. Kalau perlu uji di depan para pakar bahasa, lebih cantik lagi kalau pakar bahasanya juga ngerti logika. Dengan demikian bisa di dapat fair play.

Kalau istilah baru, made in Rocky Gerung itu disetujui, maka jangan malu2 untuk kasih beliau gelar Doktor atas penemuan baru beliau.

Namun kalau gagal, Rocky juga harus mau tunduk pada parameter yg ada.

Soal gak puas, gampang, nanti bikinkan permainan jilid 22019

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Popular