by

Mahfud MD : Cerita dan Cerca – Kenapa Ada Dusta diantara Kita?

Mahfud MD : Cerita dan Cerca – Kenapa Ada Dusta diantara Kita?
Mahfud MD : Cerita dan Cerca – Kenapa Ada Dusta diantara Kita?

Mahfud MD : Cerita dan Cerca – Kenapa Ada Dusta diantara Kita? | Janganlah kamu membicarakan tentang orang lain dimuka umum, karena jikapun yang kamu bicarakan itu memang benar adanya maka kamu telah bergibah, sebaliknya kalau yang kamu katakan itu tidak benar sama sekali maka kamu telah memfitnah.

Tau kan gimana dahsyatnya hukum gibah itu? Dan pasti dah tau juga dong gimana ngerinya dampak dari fitnah?

” Dah tau belum?” tanyaku kepada Galauwati yang sok imut mendengarkan percakapanku dengan Risauwati pagi ini

“Iya pasti tau dong Bang, fitnah itu lebih kejam daripada patah hati, iya kan Mba Ris” kata Galauwati sambil mencubit bahunya si Risauwati.

“Hushhh, yang kamu urusin cuma cinta-cintaan mulu sih, makanya jangan terlalu sering selingkuh, kena batunya lo sekarang, makan tuh patah hati” sahut Risauwati sambil ketawa cekikikan genit hihihi…

“Alamakjuk, kalian berdua ini ya, kalau dah ngumpul aja, dunia ini kayak milik kalian berdua aja, tak tun tuang kalian nanti berdua baru tahu ya” timpalku ikut meramaikan suasana hahaha hihihi di pagi hari yang cerah ini…

“Jadi pagi ini ada berita baru apalagi nih Bang?” tanya Risauwati yang selalu kepo sok ngurusin politik sejak prahara rumah tangganya belum kunjung teratasi itu.

“Tentang Mahfud MD gimana Bang, aku baca di medsos sekarang banyak orang mengatakan Mahmud MD itu ember, sensi, baper, bocor dan lain-lain, Bahkan Bang Deni Siregar yang analisanya selalu keren itu juga menyayangkan sikap Pak Mahfud, Pak Mahfud dikata-katain sama Om Denny gak pandai berpolitik Bang“ kompor Risauwati lagi sembari meletakkan hp-nya di atas meja sebagai pertanda sudah mulai serius…

Persoalan seperti Pak Mahfud itu memang menarik,” Jawabku, coba memberi pandangan. “Persoalannya bisa dilihat dari berbagai persfektif, itu yang tadi mau saya sampaikan. Bahwa, jika Pak Mahfud itu membicarakan orang lain dimuka umum, maka secara umum juga bisa dipahami orang termasuk kesalah satu dari dua tadi, yaitu kalau bukan gibah, ya fitnah, begitu orang kebanyakan memahaminya. Tapi apakah persoalannya bisa langsung secara otomatis masuk kedalam dua kategori itu? Menurut saya siy tidak.

Baca juga :   Kasus Rocky Gerung ; Pelapor Kitab Suci Fiksi Tidak Belajar Logika

Saya berpandangan seperti kasus Pak Jokowi kemarin aja ketika memilih cawapresnya. Ketika teamnya mengatakan demi kepentingan orang banyak, demi kepentingan yang lebih besar (bahasa kerennya, demi kepentingan bangsa dan Negara), maka team memutuskan ini dan itu.

Setelah mendengar penjalasannya secara langsung begitu maka kita tidak bisa lagi secara gegabah mengatakan Jokowi 100% tidak punya prinsip sebagaimana yang dikatakan oleh Rocky Gerung di acara ILC kemarin itu.

Pun demikian dengan urusan Pak Mahfud itu, Jika alasan beliau menceritakan semua kejadian dibelakang layar kemarin adalah untuk memberi tahukan kepada kaum awam PLUS pengikutnya yang ribuan, ratus ribu atau mungkin juga jutaan orang, bahwa sebagian besar politikus yang menguasai partai-partai pengusung Jokowi plus NU itulah yang bermain – sebagian langsung disebutkan ‘main kotor’ – dalam pencalonan dirinya, maka saya melihatnya sebagai hal yang normal saja. Iya, itu tadi, karena beliau mungkin harus menjawab pertanyaan orang banyak, baik itu pengikutnya sendiri maupun masyarakat pada umumnya.

Dengan menceritakan apa sesungguhnya yang terjadi dibelakang layar tersebut, mungkin Pak Mahfud berharap supaya orang tidak lagi berburuk sangka kepada Jokowi seorang. Itu satu.

Yang kedua untuk memberikan kepastian informasi. Dengan memberikan keteranganan langsung seperti itu, maka kaum awam plus pengikutnya tadi, tidak perlu lagi kasak kusuk, risau dan galau gak jelas, makan ga enak, tidur gak nyenyak, lebay deh hahahaha….”

“Artinya, soal tuduhan bahwa Mahfud MD bocorlah, emberlah, baperlah, curhatlah dst itu gak sepenuhnya bener dong Bang?” tanya Risauwati penasaran.

“Iya begitulah kira-kira, tergantung dari sudut mana kita memandang dan juga tergantung dari niat pak Mafud itu cerita. Kalau beliau cerita untuk kepentingan dirinya sendiri, untuk keuntungan dirinya sendiri, iya jelas, beliau bisa dikatakan ember, sebaliknya jika maksudnya seperti yang saya jelaskan tadi, itu justru baik untuk pendidikan politik kepada masyarakat, masyarakat harus mengetahui bahwa etika dan cara berpolitik para elit kita ya baru segitu itu, penuh intrik dan bahkan cenderung main kotor.”

Baca juga :   Relawan dan Tokoh Masyarakat, Setia Menunggu JMS HAMAS.

“Jadi kalau gitu, Pak Mahfud 100% dah bener dong Bang, lantas kenapa juga masih ada yang mengatakan bahwa Pak Mahfud itu gak paham politik segala, seperti Denny Siregar tuh bilang, ‘Kalau saya jadi Pak Mahfud, maka saya akan bilang everything is OK. Aku baik2 saja disini?’” tanya Galauwati mengejar lagi.

“Iya ga juga.” Jawabku singkat.

“Maksudnya ‘gak juga’ itu gimana Bang?” gantian Risauwati yang bertanya.

“Gini, gini…” kataku sembari membenarikan tempat duduk.

“Bagi pendukung berat Jokowi (Jokower- pendukung akut), apapun yang keluar dari pihak Jokowi haruslah diberi kredit, harus diterima sebagai yang terbaik, kalau perlu ingusnya para politisinyapun haruslah dianggap cendol, makan tuh cendol hahaha….

Nah tindakan Pak Mahfud membeberkan bobroknya orang-orang yang mengelilingi Jokowi itu dianggap bisa mempengaruhi jokower NON akut. Dan itu memang betul terjadi, bahkan kawan saya. Hendra Makinen, yang pembalap itu, dia itu jokower, cuma bukan jokower akut, sekarang dia bilang dia golput,’ tahun ini ga milih deh,’ gitu kata dia. Belum lagi teman saya yang lain, misalnya; Mat Peci, seniman yang ga ngerti nada gitar itu, dia juga Jokower, Ahoker pula, sekarang dia kucewa juga, tadi di Whatsapp juga bilang hal yang sama, golput!

Gitu lho Ris, Gal, lain soal kalau Pak Mahfud menelan semuanya sendiri, say I am fine, everything is OK Bro, semua baik-baik aja Bos!, Jika Pak Mahfud ngomong gitu, pihak jokower pasti langsung akan bilang begini; ‘nah, kalau gitu kan enak…, kita enak, team kita enak, relawan juga enaaak”

Baca juga :   Rocky Gerung - Jokowi LEMAH, Pilihlah dengan Prinsip!

“Gw ga ngerti maksudnya Bang, lo ngerti ga siy Ris?” potong Galauwati sekaligus sambil bertanya ke Risauwati…

“Iya ngertilah…, maksudnya Abang itu, kalau politisi atau pendukung akutnya atau simpatisannya atau relawannya yang bicara, pastilah mereka ingin yang baik-baik aja yang diceritakan, yang jelek-jeleknya jangan karena jelas itu akan merugikan elektabilitas si calon. It’s normal.

Namun demikian jangan lupa, berpolitik TIDAK HARUS selalu cuma menampilkan kelebihan diri, berani jujur mengungkapkan kelemahan, terutama jika itu telah menyangkut kepentingan orang banyak, alias kepentingan yang lebih besar, juga bukanlah suatu dosa, bahkan kata Makcik Siti Noerhalizah, pemilik kantin ini, kejujuran itu is number uno. Karenanya, menurutku tidak tepat kalau Pak Mahfud itu dianggap gak paham politik sama sekali hanya karena berani buka bobrok orang2 yang mengelilingi Pak Jokowi. “ jelas Risauwati kepada Galauwati sembari merapikan rambutnya yang berponi itu.

“tul -kan Bang?” tanya Risauwati sambil membalikkan badannya kearahku.

“Iyaaa boleh juga, menurut saya sih, bicara atau membicarakan orang atau pihak lain didepan umum, bisa jadi terlarang dan bisa juga menjadi boleh, tergantung tujuan dan niatnya. Adapun terkait politik, saya rasa penjelasan lo tadi dah cukup keren tuh“ balasku sembari melirik kearah Galauwati yang nampak mulai ga jelas gincunya, luntur apa kebanyakan ngopi?

“Eh gincu lo kenapa tuh Gal, item gak, merah bukan?” godaku sambil ketawa hahahaha….

“Iiihhh… Abang, mendingan lihat bibir aku, kalau soal gincu sih punyaku dong… “ potong Risauwati sembari ngedipkan matanya kearahku mulai menggoda…

Duh Gusti, ini orang dah mulai kumat lagi dah kayak kemarin, padahal barusan masih baek aja…

Ancur dah gw, too… tooo…toolooooooooonnnng…

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Popular