by

Prabowo Menolak Khilafah! Nah lho???


Memperhatikan track record Pak Prabowo yang jadi capres kita ini, ditambah pernyataan dari mantan presiden Habibie, Mantan Pangab Wiranto dll tentang bagaimana watak beliau yang temperamen, saya yakin sekali orasi beliau di GBK ini betul-betul asli Prabowo. Yaitu seorang yang blak-blakan dalam menyampaikan isi pikirannya.

Sangking blak-blakannya, bahkan terkadang gak dikontrol sehingga keluar kata-kata yang agak-agak gimana gitu ya, seperti; perkosaan, kudeta, dan menyatakan dirinya lebih TNI dari (sebagian) TNI yang masih TNI.

Namun yang menarik untuk kita perhatikan dan cermati kali ini adalah, bagaimana blak-blakannya beliau menolak Khilafah!

Nah lho???

“Abang yakin Prabowo akan menolak khilafah?” tanya Risauwati sambil memandangi es capucino ditangannya…

“Iya, saya yakin 100%!” jawabku singkat.

“Waduh, kalau gitu bakalan rame dong ini, sebenernya siapa yang menungggangi siapa sih Bang?” tanya Risauwati lagi.

“Menurutku, keduanya saling menunggangi. Tapi kita jangan menggunakan istilah ‘menunggangi’ lah, ntar kita kena delik lagi. Kita sebut saja dengan bahasa yang lebih halus, yaitu ‘memanfaatkan’ biar kedengerannya lebih enak gitu” , jawabku sambil mengedipkan sebelah mata kepada Risauwati yang kini dah mulai duduk manja disampingku.

Baca juga :   Wisata "Ruang Bernafas", Aktivis Lingkungan Hidup Sebut Pengelolanya Pungli Secara Keren

“Trus Bang?” tanya Risauwati lagi sambil menuangkan kopi pagi buatku…

Trus, iya Pak Prabowo itu sekarang memanfaatkan HTI dan FPI cs, sementara itu HTI dan FPI cs juga sedang memanfaatkan Pak Prabowo. Ini namanya politik, sekarang ada di level saling memanfaatkan dulu…dan itu nampaknya sah-sah saja. Kalau tak sah kan tak mungkin Habieb Riziek dikasih panggung di GBK kemarin melalui siaran apa itu namanya dari luar negeri sana itu, dan gak mungkin juga bendera HTI berkibar disitu…

Ntar kalau mereka bisa menang baru merka akan adu kuat, Pak Prabowo dengan kekuaatan senjata legal ditangan (TNI Polri), dan kelompok pendukung yang itu tuhhhh dengan kekuatan “umat yang militan” ditangan.

Ini betul-betul kombinasi potensi konflik yg berbahaya, Pak Prabowo yang temperamen begitu itu bisa saja dengan mudah marah kalau ditagih-tagih soal “begituan” dan Habieb Riziek yang dah pengalaman bermain sebagai playing victim (masih ingat kasus ahok?) juga gak akan mudah kalah gertak, beliau akan menggerakkan massa 212 jilid kesekian dan tentu saja dengan personil dari HTI juga akan turun Full Team semua.

Baca juga :   Anggaran Dana Desa dan Dana Desa Tahun 2018 di Desa Lonrong Diduga 'Dimaini'

Dan kalau itu terjadi, hari-hari kita bukan lagi bicara pembangunan, melainkan akan sibuk dengan acara demo berjilid-jilid atau bisa-bisa yang terjadi akan lebih ekstrem lagi.”

“Ahhh masak bisa separah itu sih bang?” sela Riwauwati seolah tak percaya dengan analisaku pagi ini…

Kuambil cangkir kopi dimejaku, kuhirup kopi pagi ini dengan senyum harapan dan kemudian bicara pelan kepada Risauwati” Yah mudah2an itu tidak terjadi, Abang bicara begitu karena Abang menghitung apa yang terlihat saja, yang tak terlihat Abang tak pernah tahu. Bukankah Nabi kita juga mengatakan “Kami hanya bisa mengadili ( menganalisa) yang zhohir, sementara yang bathin itu hanya Allah semata yang tahu”, tak ada orang yang tau isi hati orang lain.

Tapi ini bukan juga hal yang mustahil, karena kemustahilan itu adalah kata yg digunakan untuk memprediksi apakah sesuatu itu AKAN terjadi atau tidak dimasa depan, karena ini belum terjadi maka tidak berlaku kata mustahil disini.

“Kalau Abang punya analisa seperti itu, kenapa pula Abang Golput?” tanya Risauwati keheranan sembari  memandangku dengan penuh curiga…

Baca juga :   BEDA CAPRES DISNI(H) DENGAN CAPRES DISEBELAH

Dan saya pun ketawa ngakak, hahahaha….

“Cantik, saya harus golput saat masa kampanye karena saya ingin menggunakan akal sehat saya secara sempurna. Dengan demikian saya bisa menganalisa dengan jernih dan menjawab dengan argumen, bukan dengan sentimen. Pada tgl 17 April nanti, tentu saya akan pilih salah satu dari paslon itu. Kamu berharap saya pilih siapa hayooooo…, apa mau ikut pilihanmu, pilih Prabowo gitu?” godaku pada Risauwati sambil menarik rambut poni kudanya yang kini sudah dicat pirang, dan kami pun akhirnya tertawa serentak hahaha hihihi …

Sebuah persahabatan yang dahsyat, walaupun saya dan Risauwati berbeda pilihan dan mazhab, tetapi ia selalu setia menyuguhkan Kopi pagi untukku ..

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Popular