by

Perbedaan Tahi Lalat dan Melanoma atau Kanker Kulit

Perbedaan Tahi Lalat dan Melanoma atau Kanker Kulit – Jika dilihat dengan sebelah mata, memang tahi lalat terlihat tidaklah berbahaya. Bagi sebagian orang mungkin tidak akan memperdulikan tahi lalat. Tapi nyatanya tahi lalat juga terdapat yang berbahaya yaitu jika terjadi perubahan menjadi kanker kulit yang sering disebut sebagai melanoma. Penyakit ini tidaklah berbahaya jika hanya tidak menyebar ke seluruh bagian tubuh. Jadi patutlah sangat diwaspadai adanya melanoma pada tubuh Anda.

Semua orang memiliki tahi lalat. Pada umumnya, sebagian besar tahi lalat bersifat jinak. Namun tahi lalat juga dapat berubah sifat menjadi ganas dan menjadi kanker kulit, yang disebut dengan melanoma maligna. Tipe kulit dan paparan sinar ultra violet matahari menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap angka kejadian melanoma maligna.

Tahi lalat mungkin bagi sebagian banyak orang pasti memilikinya. Dalam istilah kedokteran tahi lalat disebut dengan nevus pigmentosus. Ciri-ciri melanoma ini adalah jika sebuah tahi lalat mengalami perubahan, perubahan yang terjadi identik dengan ukuran, warna, dan terdapat cairan atau darah. Perlu diwaspadai jika melanoma tersebut membesar dan menyebar di seluruh bagian tubuh. Hal ini terjadi karena sering terkontak langsung oleh pancaran sinar matahari, dan juga karena sebuah keturunan.

Perbedaan Tahi Lalat dan Melanoma
Tahi lalat dan Melanoma

Tahi lalat yang sering terkena matahari menjadi sorotan penyakit ini, karena seringnya terkena sinar matahari secara langsung kadar melanin menjadi berlebih. Orang kulit putih misalnya, lebih rentan terkena melanoma bila dibandingkan orang berkulit gelap. Demikian pula paparan ultra violet matahari yang bersifat kronik kumulatif akan meningkatkan risiko terjadinya masalah ini.

Tanda Awal Kanker Kulit

Tahi lalat secara umum tidak berbahaya, dan biasanya hanya menimbulkan keluhan kosmetis, meski dapat pula berubah menjadi kanker Tahi lalat yang datar umumnya bersifat jinak, tapi bisa juga berubah menjadi ganas. Untuk tahi lalat yang berupa benjolan, atau tumor dalam bahasa kedokteran, bisa digolongkan menjadi 3 jenis, yaitu jinak, bakal kanker (pra kanker), dan ganas. Tahi lalat dapat berubah semakin besar, terasa gatal, dan akhirnya menjadi kanker kulit yang sangat ganas.

Tanda-tanda tahi lalat yang berubah menjadi ganas (melanoma maligna), yaitu bila muncul rasa gatal atau nyeri, perubahan warna menjadi lebih gelap, ukurannya membesar, melebar tidak teratur, permukaan menjadi tidak rata, sering diganggu (dikorek atau digaruk), gampang berdarah, menjadi luka dan koreng yang tidak sembuh-sembuh.

Tahi lalat yang masuk dalam kategori berbahaya yaitu jika ukurannya terus membesar hingga memiliki diameter lebih dari 6 milimeter. Masalah tahi lalat bukan hanya masalah di permukaan kulit, tapi masalah di dalam lapisan bawah kulit, sehingga jarang sekali tahi lalat dapat ditangani dengan pengobatan tradisional. Tahi lalat yang berisiko kanker harus ditangani segera sebelum mengalami metastatis atau penyebaran ke bagian tubuh lainnya.

Itulah mengapa sangat penting untuk mendeteksi perubahan tahi lalat menjadi melanoma sejak awal, ketika angka kesembuhan dengan operasi hampir 100%. Melanoma dapat muncul di manapun pada tubuh, namun paling sering ditemukan di punggung, pantat, kaki, kulit kepala, leher, dan di belakang telinga.

Tahi Lalat Membesar Pertanda Melanoma

Tahi lalat yang membesar dapat memicu munculnya kanker, oleh sebab itu sebaiknya anda selalu waspada.

Waspadai Melanoma

Melanoma adalah sebuah kanker kulit yang paling serius, penyebab melanoma karena terkontak langsung dengan sinar ultra violet dan juga karena faktor ginetik. Kanker kulit ini disebabkan karena pigmen kulit mengalami pembelahan sel secara cepat dan kadar melanin yang rendah menjadi berlebih, pada orang berkulit putih misalnya. Karena orang berkulit putih memiliki kadan melanin yang rendah.

Ciri-ciri melanoma adalah bentuk yang tidak beraturan, batas yang tidak beraturan yang merupakan karakteristik dari melanoma, perubahan warna pada tahi lalat, dan diameter lebih besar dari 6 milimeter. Selain itu, pada tahi lalat melanoma dapat muncul tanda dan gejala baru, seperti rasa gatal atau pendarahan. Bila terjadi perubahan pada tahi lalat Anda seperti ciri-ciri yang disebutkan di atas, segera periksakan ke dokter.

Diagnosa dan Pencegahan

Segeralah mengunjungi dokter kulit jika Anda menemukan tahi lalat dengan ciri yang mengindikasikan melanoma. Dokter Anda mungkin akan meminta informasi tentang perkembangan tahi lalat Anda serta riwayat keluarga, untuk menilai risiko yang Anda miliki. Risiko melanoma meningkat bila Anda memiliki keluarga yang juga terkena penyakit tersebut.

Umumnya dokter akan memeriksa dan menggunakan aturan ABCDE untuk menilai tahi lalat, yaitu:

Asymmetry: simetris berarti baik dan sebaliknya
Border: bila tahi lalat berbatas tegas berarti baik
Color: bila terdapat banyak warna patut dicurigai
Diameter: ukuran yang disepakati adalah 0,6 cm (6 mm). Bila lebih besar dari 0,6 cm (6 mm) bukan tanda yang baik
Elevation/enlargement: meninggi dari permukaan kulit berarti bukan hal yang baik

Waspadalah Anda yang memiliki kulit putih dan terdapat tahi lalat yang terbuka. Pesan saya berhati-hatilah dan gunakan pelindung kulit di jam-jam sibug sehingga terhindar dari kanker kulit yang disebut melanoma maligna.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Popular